BINJAI - Rasa suka cita atas peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Binjai, Jum'at,(25/8) hari ini justru disambut perasaan cemburu oleh sebagian warga Binjai. Pasalnya, Binjai yang kini menjadi daerah penyuplai air bersih ke Medan, justru banyak diantara warganya yang mengaku belum mendapat layanan air bersih.
"Rumah kami belum dapat air pam, masih pakai air sumur yang warnanya keruh karena disini dulunya itu sawah," kata Lia, warga Gang Mama, Lingk I, Kel. Kebun Lada, Kec. Binjai Utara, Jumat (25/8/2023) siang.
Lia berharap setelah peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Binjai, warga disini bisa mendapat pelayanan air bersih. Sebab, sudah bertahun-tahun mereka harus menjalankan aktifitas hidupnya seperti mencuci, memasak dan minum dari air sumur berwarna keruh tersebut.
"Tolonglah pak, prioritas kan juga warga disini supaya bisa mendapat layanan air bersih. Jangan cuma untuk orang Medan dan Deliserdang saja yang dilayani, tapi warga disini dibiarkan begitu saja tidak dilayani," ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya yang tinggal di Perumahan Berngam, Jalan Bantaran, Andalan dan Bintara 14 juga mengeluhkan kualitas air PAM di rumah mereka.
"Air di rumahku sudah dua bulan mati, jadi kami terpaksa ngambil air ke sungai dan menampung air hujan," kata warga via WhatsApp tadi siang.
Lebih jauh disebutkannya, warga terpaksa harus melakukan demo dahulu, baru airnya lancar kembali. Tapi lama-kelamaan air di tempat mereka sudah mati lagi .
Soal tidak lancarnya air PDAM Tirtasari Binjai ini dibenarkan warga melalui akun medsos FB.
"Bang Ozzy air tempat ku sudah dua bulan tidak lancar," ujar M.Danil Putra pada komentarnya di salah satu status FB. (bay)
0 Komentar