Di Brahrang, Warga Entis Tionghoa Rayakan Tradisi Cioko atau Yu Lan/Festival Hantu Kelaparan

Rakyatauditor.com, BINJAI - Sejumlah warga etnis Tionghoa yang berasal dari Kota Binjai dan Kab. Langkat, hari ini beramai-ramai menghadiri perayaan Cioko atau Yu Lan atau Festival ”Hantu Kelaparan” di Desa Padang Brahrang, Kec. Selesai, Kab. Langkat. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 15 pada bulan ”hantu” (bulan ke-7) penanggalan Tionghoa (Imlek) oleh masyarakat Tionghoa.

"Semoga perayaan ini dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi warga Sumatera Utara," kata Anggota DPRD Binjai, Ryan Wijaya, Sabtu (2/9/2023) siang.

Dijelaskan Ryan, momentum perayaan sering dimanfaatkan warga etnis Tionghoa yang beragama Budha untuk memanjatkan doa buat para leluhur. Dalam menyambut bulan ke-7 penanggalan Imlek tahun ini, Ryan berharap dapat menjadi bulan penuh kebahagiaan dan berkah. 

"Acara ini juga dibarengi dengan pembagian beras dan sembako," ujarnya. 

Kata Ryan, umumnya warga etnis Tionghoa pada bulan ketujuh penanggalan Imlek banyak mendapat pantangan atau larangan melakukan kegiatan, misalnya seperti menggelar acara pernikahan. Sehingga mereka lebih dianjurkan untuk banyak berdoa dan memberi persembahan makanan halus khususnya kepada leluhur.

"Semoga tahun ini kita semua mendapat keberkahan," katanya.

Festival Hantu Kelaparan atau Cioko atau juga disebut sebagai Sembahyang Rebutan, pada dasarnya merupakan kepercayaan rakyat Tiongkok yang mempercayai bahwa pada bulan ketujuh penanggalan Imlek, pintu neraka akan terbuka dan hantu-hantu kelaparan dari neraka bebas berkeliaran di bumi. (bay)

Posting Komentar

0 Komentar