Disorot Fenomena Tambal Sulam Jalan Tol Permai Yang Tak Bersahabat

Rakyatauditor.com, Riau - Salamuddin Purba Ketua Umum Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Provinsi Riau buka suara menyoroti kerusakan badan jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) karena hingga berita ini mencuat perbaikan tol terus berlanjut. Fenomena ini terjadi pasca persemian jalan tol Permai Oleh Presidien RI Joko Widodo 25 September 2020 silam, bisa dibilang bahwa sejak itu pula badan jalan tol Permai mengalami kerusakan signifikan, sehingga tidak lagi bersahabat terhadap para pengguna jalan tol.

Pengendara kenderaan yang menggunakan jalan tol Permai harus extra hati-hati sebab kondisi ruas jalan yang tidak lagi bersahabat dapat dilihat dibanyak titik, seperti ruas jalan tol bergelombang, genangan air menumpuk dilekukan jalan tol mirip “danau mini”, ruas jalan “buncit” gelembung, kemudian dibeberapa titik bahu jalan longsor, tuturnya.

Menurut Purba sapaan akrab rekan jurnalis mengatakan bahwa aktifitas tambal sulam badan jalan tol Permai dilakukan siang dan malam hari, digesa agar cepat selesai, sehingga berdampak terhadap mutu jalan. Akibat terburu-buru mutu jalan tol tidak lagi menjadi prioritas demikian Salamuddin Purba pada saat bincang bincang dengan wartawan Senin 4 September 2023.

Bahwa Pembangunan jalan tol Permai dimulai sejak tahun 2017 diperkirakan 131 km, besaran anggaran yang dialokasikan Rp.16 triliun lebih, 20 % dari Pemerintah melalui APBN, sisanya Non APBN sebagai pelaksana PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) anak perusahaan PT. Hutama Karya (Persero) perbaikan badan jalan tol Permai boleh dibilang setiap bulan dipertontonkan menjadi tanda tanya netizen apa yang salah dengan konstruksi beton bertulang Jalan Tol Permai, konon katanya bahwa PT. Hutama Karya (Persero) dalam melaksanakan proyek Jalan Nasional mengutamakan mutu, terbukti dilapangan bahwa fenomena kerusakan badan jalan tol Permai menjadi perhatian public, menimbulkan kekhawatiran netizen melintas jalan tol tidak pula berlebihan bisa saja setiap saat menimbulkan Lakalantas, ujarnya

Ketua Umum P3KD Riau S.Purba bersama anggota Minggu 3 September 2023 pukul 15.00 Wib dengan menggunakan android saat melintas menuju kota Dumai mendokumentasikan HKI sedang melakukan aktivitas pengerukan badan jalan tol Permai percis di km. 10,11 dan km 28. ruas jalan tol Permai dikeruk dengan menggunakan sederetan alat berat dan konveyor belt pengerukan ruas jalan tol diperkirakan sekitar 3 sampai 4 km, lebar 200 cm ketebalan pengerukan sekitar 20 cm, dilapangan terpantau bahwa PT. HKI menggiling bongkahan material, kemudian dengan menggunakan konveyor belt, dimuat ke truk yang memang disiapkan ngantri di badan jalan tol disinyalir bongkahan material jalan tol itu yang telah dihancurkan kabarnya “dikolak” dengan mencampurkan aspal, jangan-jangan digunakan kembali untuk menambal sulam badan jalan tol Permai yang rusak tersebut tuturnya.

Masih kata Purba bahwa selain aktivitas “tambal sulam”, terpantau ada dua titik bahu jalan tol longsor diposisi km. 72 dan km 47 Dumai Pekanbaru bahwa bahu jalan yang longsor diinformasikan sudah berlangsung lama sekitar 4 bulan yang lalu, namun hingga 3 September 2023 bahwa HKI masih saja melakukan aktivitas perbaikan bahu jalan tol yang longsor dengan menggunakan “alat berat” jenis stomwals dan excapator, memadatkan dinding bahu jalan tol tidak pula berlebihan jika jalan tol Permai tidak nyaman untuk dilalui, Selain itu pada titik areal peristirahatan B, Jumat 01 September 2023 Dumai – Pekanbaru terpantau bekas pengerukan tergenang air sekitar 1,5 meter X 4 meter belum diaspal, genangan air dibiarkan.

Selain itu lanjut Purba bisa jadi bahwa ruas jalan tol Dumai-Pekanbaru “tidak memiliki skid resistance atau daya cengkraman ban yang bagus dengan permukaan perkerasan jalan, selain itu bahwa daya cengkraman ban dijalan tol sangat kecil, sehingga rawan terhadap “Lakalantas”, ungkapnya.

Purba mengharapkan agar BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Kementerian PU-PR, Inspektorat Jenderal Kementerian PU-PR dan Dirjen Bina Marga serta Kementerian BUMN dan BPKP “turun tangan” untuk mengefaluasi kinerja PT. HKI tersebut. Pemerintah selaku penanggungjawab Jln. tol berdasarkan Peraturan Pemerintah No.15 tahun 2005 Tentang Jalan Tol diminta untuk melakukan pengawasan secara maksimal terkait kerusakan jalan tol Permai.

Purba kerab berpergian ke Pekanbaru begitu juga sebaliknya menggunakan jalan tol, Purba merasa tidak nyaman melintasi Jalan Tol Permai sebab fenomena kerusakan jalan tol terjadi dibanyak titik ditandai lingkaran cat warna putih, ujarnya.

Terkait kwalitas badan jalan tol yang dinilai buruk, Sejak diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo peristiwa lakalantas kerap terjadi, bahkan korban meninggal dunia ditempat kejadian. Lakalantas diduga akibat buruknya kualitas jalan tol Permai. (red)

Posting Komentar

0 Komentar